Jebakan cinta yang ku berikan …

Dia,

Laki-laki berambut ikal, dengan beberapa helai rambut basah lekat ditengkuk dan telinganya. Mempunyai garis hidung yang tegas dan tinggi, kulit coklat yang tampak mengkilat ..entah karena keringat atau begitulah tekstur kulitnya. Bertubuh tinggi, dengan otot liat di bagian tangan, sepanjang kaki, punggung dan badannya. Baju kaos putih tanpa lengan, dengan bawahan serupa sarung lebar namun berbentuk celana…melintas disampingku sambil menghembuskan mantra “kamu harus menjadi milikku”

Lalu dia meniupkan dua arus angin kepunggung ku, arus angin yang aku tahu melemahkan semua kekuatan. Arus angin putih hijau, penunjuk arah kemana pun aku pergi. Sehingga memudahkan dia menemukanku.

Aku berpaling menatap matanya yang tajam dan bulat yang dinaungi alis hitam lebat berbentuk elang….mata mengejek tipis, tanpa ancaman. Tidak membuatku takut, tapi aku merasa tidak ..nyaman dengannya.

Berusaha diam saja, aku tetap melanjutkan menata mangkuk makanan, di lorong perjumpaan yang riuh dengan lalu lalang orang makan dan bercakap cakap.  Aku tau, saat ini dia memiliki anak buah yang dia tugaskan untuk memantau di sekilingku.

Sambil berusaha menyelipkan diri dibawah gerobak makanan, aku menjauh dari titik temu, menyusul menyelipkan diri dibawah gerobak bakso, mie ayam dan gerobak es campur….hanya warna hijau dari kayu gerobak yang aku liat. Saat akhirnya aku memutuskan merayap keluar dari gerobak terakhir tempatku bersembunyi, aku sudah mempersiapkan diri untuk tiba tiba melihat sososknya didepanku. …dia tidak ada!

Itu membuatku berani untuk lari menuju jembatan gerbang abu-abu lintas kota, yang sibuk dengan lalu lalang kapal dan orang-orang berbaju putih, dan sebagian warna coklat kehitaman. Saat aku hampir melintasi jembatan gerbang abu-abu, aku melhat angin berpusar warna hitam coklat tiba-tiba melintas memotong jalanku, dan dia berdiri disana dengan seringai lebarnya….

Aku terjun ke sungai!

Saat mencoba berenang normal di air hijau tosca, aku ingat bahwa dia lebih mahir di dalam air daripada di darat. Jadi keputusanku untuk melarikan diri darinya dengan menceburkan diri ke sungai, pastinya justru menjadi hal yang lebih mudah bagi nya untuk mengejarku.

Dan betul…

Mendadak dia depan ku … kali ini dengan muka tidak sabar. Dia memberi isyarat kepada orang-orangnya untuk sedikit memberi ruang kepadaku. Entah bagaimana prosesnya, aku sudah berdiri dengan badan basah kuyup, dipinggir sungai dan melihat disebrang adalah jembatan abu-abu, menjadi latar belakangnya.

Dia benar-benar mengejarku, dia membuktikan kata-katanya bahwa kemana pun aku berusaha lari, dia bisa menemukanku…..dengan cepat. Sambil tersenyum lebar dengan seringai jumawa sembari berkata “Kenapa kamu tidak percaya, bahwa aku bisa menemukanmu di manapun engkau sembunyi. Bukankan sudah kubilang berkali-kali, aku akan mendapatkanmu”

Aku tak bergeming dengan komentar apapun, dengan diam ku tatap matanya.

Lalu dia berkata, “kamu tau, aku akan melepaskanmu.”

“Setiap arus angin dan mantra yang kutiupkan untukmu, hanya melemahkan mu sementara. Tapi tidak mampu membuatmu menuju kearahku. Sebaliknya, semua kekuatanku untuk membujukmu kearahahku, justru membuat cinta kalian semakin besar dan menyatu”

“Kamu tahu kenapa?” Aku tetap diam, tak ingin memperlihatkan bahwa aku kaget dengan keputusan nya untuk melepaskanku. Tak ingin terlalu gembira,  tapi juga penasaran dengan alasan kenapa dia ingin melepaskanku.

“Karena ini!”

Dia menunjukkan telapak tangan coklat merahnya, disana aku melihat suamiku dengan kaos putih dan potongan rambut baru, sedang memalingkan wajahnya ke kanan-ke kiri, aku tahu suamiku berusaha mencari ku.

Telapak tangan coklat merahnya juga memperlihatkan dua sosok pria lainnya, yang tampak santai dan menjalani aktifitas hidupnya seperti biasa. Satu diantara nya aku tahu sebagai salah satu artis ternama.

Dia mempelajari arah mataku, lalu berujar “kalian lain dengan mereka, cinta kalian memenangkan. Semakin besar jebakan cinta kutiupkan ke padamu, tidak pernah membawamu kearahku. Justru justru berbalik, menjadi sumber kekuatan cinta kalian berdua. Dia selalu berusaha mencarimu, cintanya membuatku melepaskanmu”.

Aku tetap diam.

Dia tetap ditempatnya.

Segera aku bangun dari diamku,  aku berteriak dengan suara parau pagi hariku “Moang, I love you”

Fatmawati 51S, 27 July 2017

#Bahkan dimimpi pun, cerita cinta kita tetap saling menguatkan ya Yank, alhamdulillah.

IMG20170408074641.jpg

 

Advertisements

About Neni Marlina

Graduated from Master of Natural Hazards and Disasters, Research School of Earth Science, the Australian National University, Canberra, works as a humanitarian in disaster management.
This entry was posted in BERCERITA, Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s