Indonesia…what last from the terror and terrorist:(

Noordin M Top, what a name….!!!

Kok ya tega memberi nama penyebar terror dengan ‘TOP’ dibelakangnya. Siapapun yang mengawali ‘antrah antrah’ pemberian nama itu sepertinya berniat memberi ‘wishing’ agar yang bersangkutan menjadi TOP:(, seperti adanya dia sekarang.

Dari semalam, saya harus rela menemani suami begadang melihat live news sejak ditayangkan berita penggerebekan pak Noordin itu, sementara secara pribadi saya masih questioning “iya, bener ga…. memang pak Noordin itu yang tertangkap?”

Melegakan sekali kalau memang benar, WHAT A BIG RELIEF! and two thumbs up for our police. Teriring sejumlah harapan semoga ini bukan ‘setting’an pihak pihak tertentu saja, dengan sekian secret agenda, yang saya sendiri kadang tidak pernah paham apa tujuannya. Bagaimanapun, kita pernah dengar ada jaksa salah vonis, polisi salah tuduh, salah interogasi, dll dll… dan fakta-fakta pelayanan masyarakat lainnya, yang jarang diselesaikan dan dikomunikasikan selayaknya Pelayanan Umum kepada rakyat.

Dan kalau memang benar yang tertangkap setelah hampir 17 jam penggerebekan itu tukang bom itu, Allah benar benar memenuhi janjinya, “bahwa apa yang terjadi pada kita, sesuai dengan segala amalan yang kita lakukan”, tukang bom yaaa akhirnya kena bom.

Yang lebih mengenaskan lagi, he ends up in the toilet ???!!!!…WC???
sangat jauh dari SANGAR, saya pikir dia akan fight mati matian …face to face sama yang sedang mengepung, atau kalau memang dia ga melawan secara berhadapan…yah nunggu diruang tamu atau ruangan manapun, toh dimanapun pasti termakan peluru….. except the WC, kok sepertinya ga sesuai dengan ‘spirit juangnya’ yang mereka publikasikan …………….ternyata hanya kelas WC.

another thing lasts from this police act is…….Pancasila, kalau anda amati siaran dari salah satu stasiun TV swasta, ada moment saat polisi RI mengendap endap memasuki rumah target, melintas dekat tugu desa depan rumah tersebut, yang ternyata berornamen……… Lambang Lambang Pancasila!

Pancasila terbukti sekali lagi, tetap Sakti di Republik ini.

Never do any effort of setting a terror in this country, or else you will end dead in the toilet.

Advertisements

About Neni Marlina

Graduated from Master of Natural Hazards and Disasters, Research School of Earth Science, the Australian National University, Canberra, works as a humanitarian in disaster management.
This entry was posted in INDONESIA ku and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s