Belanja di Sunday Market

Ini seri belanja di Canberra yang ‘menghiasi’ kehidupan selama jadi mahasiswa di ANU. Siiip, kita mulai … Mungkin ada yang pernah tinggal di Jawa? Pernah dengar dong dengan hari penanggalan Jawa ‘pon, wage, kliwon, legi, pahing’ yang salah satu fungsinya digunakan sebagai ‘jadwal’ buka lapak jualan di daerah tertentu, dengan produk jualan tertentu pula. Contohnya pas Wage di pasar Ceper (Klaten) ‘jadwalnya’ jualan ternak dan unggas, di luar hari itu yaaa ngga ada yang jualan….atau kalaupun ada, produk jualannya berbeda.

Di Canberra, tempat saya melanjutkan study program master, ada juga pasar yang buka di hari tertentu saja. Yeap sesuai judul tulisan, it’s Sunday Market – alternative shopping ideal di Canberra sesuai kantong mahasiswa. Sunday market menyediakan hampir semua kebutuhan sehari hari, dari yang penting, agak penting, sampai kategori ‘penting ga sih dibeli/dijual’ hehehe (hati-hati dengan kategori terakhir ini ya, kadang seperti ‘the spell of Sunday market’ – istilah supervisor saya yang bule itu…yang hampir separo isi rumahnya hasil Sunday marketan).

Oiya mengunjungi Sunday Market, yang hanya buka setiap hari Minggu skitar jam 9 sampai tengah hari ini, juga bisa menjadi alternative kegiatan weekend bersama keluarga …semacam bela-beli + jalan-jalan + silaturahim dengan temen temen Indonesia (sebentar lagi saya ceritakan kenapa bisa jadi ajang silaturahim).

Pertama, karena Sunday market lumayan lengkap ‘koleksinya’… koleksi second hand ada, yang produk baru pun banyak; produk organic tersedia, yang non-organic juga tinggal pilih; produk import ada, yang asli Oz juga berjejer. Kategori barang second hand atau baru, bisa dilihat dari lapak fashion dan perlengkapannya (kemeja, jumper – bahasa Oz untuk sweater, blus sexy, blus tidak sexy, pants, jam tangan, gelang, topi, syal, sepatu, tas dll …dari size baby sampai opa oma). Kategori organic dan non-organic berarti menuju ke lapak sayur, buah dan stok pangan lainnya – mulai dari kangkung (ada juga lho di Oz), bok coy, strawberry, bread, madu, almond, dkk. Produk impor atau asli Oz …coba di lapak kaos kaki, jaket, souvenir khas Oz – gantungan kunci, karpet kulit kangguru atau possum.

Walaupun second hand, kualitas barang di lapak Sunday market lumayan lho, bahkan ada yang tampak baru. Mayoritas barang second hand yang lain adalah perlengkapan rumah dan dapur (bar chairs, filing cabinets, piring , gilingan daging, panci dkk), peralatan sport (sepeda, golf sticks, alat pancing, dkk) dan collectable items (vintage – comics, books, pecah belah, radio, dkk). Kategori vintage saya tulis dengan penghayatan penuh, setelah lapak madu organic, lapak vintage lah yang paling sering saya kunjung di pasar ini.

Kedua, harganya TERJANGKAU! Koleksi boleh lengkap tapi kalau tidak terjangkau, pasti bukan alternative belanja ideal kan. Gambaran harga sebagai berikut, pinggan Pyrex ukuran kertas HVS di toko harganya $40-$50, di Sunday market cukup $5 saja. Asyiik banget kan!!! Terus oaks wooden clock tahun 70an dihargai $12, tapi saya tawar $10 dikasih deh sama penjualnya. Harga di Sunday market biasanya reasonably cheap, nyoba menawar boleh, tapi yaa kurang $1 atau $2 aja ya. Kalau nawar seperti di pasar Kliwon, bisa-bisa penjualnya bilang gini nih ‘What!!! Did you say $4?! Use your brain! bla bla bla…’ (hehehe saya nguping penjual yang ngomelin seorang pembeli dari India yang ngotot nawar $4 untuk satu set panci seharga $15).

Ketiga, lokasi yang strategis dan mudah dijangkau transportasi umum. Ciri khas Sunday markets di Canberra adalah lapak-lapaknya non-permanent (semacam pasar kagetnya Indonesia gitu), penjual menggelar dagangan di dekat mobil mereka dan lokasinya di area terbuka yang berdekatan dengan shopping centers. Ini jadi salah satu nilai plus ke Sunday market, kalau misalnya ada barang yang tidak tersedia di Sunday market, kita bisa cari di shopping center terdekat. Seperti lokasi Sunday market wilayah North Canberra, yang tepat dibelakang Jamison center, Jamison Sunday market terkenal dengan opsi buah segar dan kangkungnya. Bisa diakses via bus no 942 dari city bus interchange, platform 4 setiap satu jam sekali.

Di South Canberra, pilihannya di Woden Sunday market yang bisa diakses melalui platform 1 dengan bis no 900an. Woden Sunday market juga merupakan Sunday market pertama yang saya explore bareng Melinda dan Yodi (rekan sesama ADS awardees di ANU) atas rekomendasi Mbak Imma Batubara sekeluarga dan Bunda Harti (kalau tidak salah hari Minggu pertama saya Canberra).

Boleh juga lho, kalau mau buka lapak di Sunday market, cukup bayar $25 (bocoran info dari penjual oaks wooden clock yang saya beli). Nah dengan sekian privilege-nya, jadi deh Sunday market sebagai salah satu solusi belanja berbagai kalangan. Mungkin ada yang datang karena faktor harga, tapi banyak juga pengunjung Sunday market datang karena koleksi lapaknya yang variatif. Itulah makanya bisa jadi ajang silaturahim.

Intinya, boleh pusing urusan assignment tapi ga perlu pusing deh kalau urusan tempat belanja.

Advertisements

About Neni Marlina

Graduated from Master of Natural Hazards and Disasters, Research School of Earth Science, the Australian National University, Canberra, works as a humanitarian in disaster management.
This entry was posted in Australia and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s