Terimakasih ya Allah

Terimakasih ya Allah,

Terimakasih ya Allah, atas keberanian yang Kau selipkan di sela sela lipatan koperku hingga aku berani menempuh ratusan mil ke daerah rawan bencana.

Terimakasih ya Allah, untuk suami yang penuh kebaikan hingga mengijinkan aku terbang menjauh darinya, absent dari tugas seorang istri, tidak menyiapkan baju dan kaos kakinya saat dia bekerja, mengabaikan dia saat kesusahan mencari makan malam, membiarkan dia dengan tambahan sekian pekerjaan bersih bersih rumah…….

Terimakasih ya Allah, untuk limpahan kesehatan pada Ibu hamba, meringankan tubuh beliau dalam usia senjanya untuk bersujud dalam tahajud malamnya, memujaMu dan memperpanjang doa keselamatan dan kebaikan untukku, adik adikku dan keluaraga besar.

Terimakasih ya Allah, atas tiupan kemurahan hati dan penuh perhatian, yang Kau titipkan di nurani para sahabat serta teman teman hamba dan suami hamba. Atas kebaikan jamuan mereka, menenangkan dan menambah ‘makmur’ ukuran pinggang suami hamba ……Atas kerepotan check and re-check referensi, ngobrol jarak jauh, berburu koper di Tanah Abang dan lain lain dan lain lain….

Terimakasih ya Allah, atas ‘pemberontakan’ yang Kau inspirasikankan pada adik hamba, yang justru membuat kami lebih dewasa dan membawa semangat baru bagi hamba untuk selalu berprestasi dan memberi yang terbaik bagi keluarga.

Terimakasih ya Allah, atas keramahan yang Kau taburkan di sela senyum sahabat sahabat baruku, yang bertunas menjadi pengalaman berharga dari persahabatan yang terjalin mulai dari abang becak asli Medan, keluarga dokter dari Padang, teman pemerhati gender dari Yogya-Aceh-Bandung, adviser yang merindukan istrinya di Nepal, atasan dari berbagai Negara, pemerhati pendidikan anak dari Nairobi, komunitas rawan banjir, longsor, gempa dan tsunami yang mengingatkan hamba akan kebesaranMU….. ya Illahi Robbi.

Terimakasih ya Allah untuk pelajaran hari kemarin yang telah Kau ijinkan,
Terimakasih ya Allah untuk kesempatan hari ini yang Kau bagikan,
Terimakasih ya Allah untuk menabung mimpi pada hari esok, yang dengan penuh harap hamba mohonkan berkahnya padamu ya Allah.

mei 2010

Advertisements

About Neni Marlina

Graduated from Master of Natural Hazards and Disasters, Research School of Earth Science, the Australian National University, Canberra, works as a humanitarian in disaster management.
This entry was posted in Live her life lively .... and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s